andai aku jadi gayus – bona paputungan

sebelas maret diriku masuk penjara
awalku menjalani proses masa tahanan
hidup di penjara, sangat berat ku rasakan
badanku kurus karena beban pikiran

kita orang yang lemah tak punya daya apa-apa
tak bisa berbuat banyak seperti para koruptor

[reff:]
andai ku gayus tambunan yang bisa pergi ke bali
semua keinginannya pasti bisa terpenuhi
lucunya di negeri ini hukuman bisa di beli
kita orang yang lemah pasrah akan keadaan

[solo gitar]

tujuh oktober ku bebas dari penjara
menghirup udara segar lepaskan penderitaan
wahai saudara dan para sahabatku
lakukan yang terbaik jangan engkau salah arah

back to [reff:]

biarlah semua menjadi kenangan
kenangan yang pahit dalam hidup ini

back to [reff:]

secondhand serenade – fall for you

the best thing about tonight's that we're not fighting
could it be that we have been this way before
i know you don't think that i am trying
i know you're wearing thin down to the core

but hold your breath
because tonight will be the night that i will fall for you
over again
don’t make me change my mind
or i wont live to see another day
i swear it’s true
because a girl like you is impossible to find
you’re impossible to find

this is not what i intended
i always swore to you i’d never fall apart
you always thought that i was stronger
i may have failed
but i have loved you from the start
ohhhh

but hold your breath
because tonight will be the night that i will fall for you
over again
don’t make me change my mind
or i wont live to see another day
i swear it’s true
because a girl like you is impossible to find
it’s impossible

so breathe in so deep
breathe me in
i’m your’s to keep
and hold onto your words
cause talk is cheap
and remember me tonight
when you’re asleep

because tonight will be the night that i will fall for you
over again
don’t make me change my mind
or i wont live to see another day
i swear it’s true
because a girl like you is impossible to find
tonight will be the night that i will fall for you
over again
don’t make me change my mind
or i wont live to see another day
i swear it’s true
because a girl like you is impossible to find
you’re impossible to find

NARKOBA

Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

NARKOTIKA :


Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan :

1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.

2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.

3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.

PSIKOTROPIKA :


Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Psikotropika terdiri dari 4 golongan :

1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.

2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine.

 

3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.

4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).

ZAT ADIKTIF LAINNYA :

Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi :

1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :

a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).

b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )

c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).

2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.

3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.
Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.

Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan :

1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ).

2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.

3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ).

II. PENYALAHGUNAAN NAPZA :

Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah :

1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar :

a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.

b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin.

c. Opioda sintetik : Metadon.

Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar.

Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan.

Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer.

Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.

2. KOKAIN :


Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut
Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju.
Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.

Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.

3. KANABIS :


Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang.

Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica.

Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.

Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.

4. AMPHETAMINE :


Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz.

Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet.
Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.

Ada 2 jenis Amphetamine :

a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine )
Nama jalanan : Inex, xtc.
Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.
b. Metamphetamine ice
Nama jalanan : SHABU, SS, ice.

Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ).

5. LSD ( Lysergic Acid ).


Termasuk dalam golongan halusinogen.

Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas.

Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul.

Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 – 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 – 12 jam.

Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid.

6. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) :


Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ).
Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp.
Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus.
Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.

7. SOLVENT / INHALASI :


Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin.

Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu.

Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.

8. ALKOHOL :


Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia
Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.

Nama jalanan : booze, drink.
Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaran

III. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN


Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial.

Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).

# PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA


Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :

1. Faktor individual :


Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA :

a. Cenderung memberontak

b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.

c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada

d. Kurang percaya diri

e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif

f. Murung, pemalu, pendiam

g. Merasa bosan dan jenuh

h. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan

i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode

j. Identitas diri kabur

k. Kemampuan komunikasi yang rendah

l. Putus sekolah

m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.

2. Faktor Lingkungan :


Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.

Lingkungan Keluarga :

a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik

b. Hubungan kurang harmonis

c. Orang tua yang bercerai, kawin lagi

d. Orang tua terlampau sibuk, acuh

e. Orang tua otoriter

f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya

g. Kurangnya kehidupan beragama.

Lingkungan Sekolah :

a. Sekolah yang kurang disiplin

b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan

c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif

d. Adanya murid pengguna NAPZA.

Lingkungan Teman Sebaya :


a. Berteman dengan penyalahguna

b. Tekanan atau ancaman dari teman.

Lingkungan Masyrakat / Sosial :

a. Lemahnya penegak hukum
b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.

Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.

# GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA :

1. Perubahan Fisik :


– Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.

– Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.

– Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.

– Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.

2. Perubahan sikap dan perilaku :


– Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.

– Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.

– Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.

– Sering mengurung diri, berlama – lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.

– Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.

– Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.

– Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.

# PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA

NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :

1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada :
a. Otak dan susunan saraf pusat :

– gangguan daya ingat
– gangguan perhatian / konsentrasi
– gangguan bertindak rasional
– gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi
– gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja
– gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik / buruk.

b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru )
c. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.
d. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksual.

e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS.

Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.

f. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.

g. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.

h. Komplikasi pada kehamilan :

– Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS.
– Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati
– Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.

2. Dampak Sosial :

a. Di Lingkungan Keluarga :

  • · Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah tersinggung.
  • · Orang tua resah karena barang berharga sering hilang.
  • · Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi aib keluarga.
  • · Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan.
  • · Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.

b. Di Lingkungan Sekolah :

  • · Merusak disiplin dan motivasi belajar.
  • · Meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar.
  • · Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya.

c. Di Lingkungan Masyarakat :

  • · Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya.
  • · Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan.
  • · Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah.
  • · Meningkatnya kecelakaan.

# UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA :

Upaya pencegahan meliputi 3 hal :

1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.

Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.

Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.

2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.

3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.

Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :

1. Mengasuh anak dengan baik.

– penuh kasih sayang
– penanaman disiplin yang baik
– ajarkan membedakan yang baik dan buruk
– mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
– mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.

2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.

6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak

Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :

1. Upaya terhadap siswa :

  • · Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
  • · Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
  • · Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
  • · Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
  • · Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
  • · Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.

2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :

  • · Razia dengan cara sidak
  • · Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
  • · Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
  • · Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
  • · Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.

3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :

  • · Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
  • · Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
  • · Sikap keteladanan guru amat penting
  • · Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.

Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:

1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.

2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.

3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.

4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.

IV. KESIMPULAN

Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan pribadinya, maupun dampak sosial yang ditimbulkannya.

Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.

Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.

http://www.google.co.id/images?q=napza&oe=utf-8&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&safe=active&um=1&ie=UTF-8&source=og&sa=N&hl=id&tab=wi&biw=1280&bih=834

 

 

PENGARUH PERANG DUNIA 2

PengaruhPerangDunia II terhadapPerkembanganIlmuPengetahuandanTeknologi

Perang dunia II merupakanperangterbesardalamsejarahumatmanusia.Melibatkanbanyaknegaradanmembawakorban yang tidaksedikit.Medanperangdigelartidakhanya di Eropatetapijuga di Asia, AfrikadanPasifik.Perang yang dipicuolehsemangatnasionalisme yang sempitdanketidakpuasanatashasilperundingan yang mengakhiriperangdunia I, terutamaolehperjanjiantentanghasilrampasanperang.NegaraItalia, JermandanJepangberhadapandengankekuatansekutuInggris,Perancis, Prusia. AmerikaSerikatjugaterlibatdalamperang di EropadanAsia-Pasifik.

Perangdunia II memangmenimbulkanluka yang teramatdalambagiseluruhumatmanusia.Banyakkeluarga yang kehilangansanaksaudaranya, banyaktentara yang mengalami trauma yang berkepanjangan.Semuasumberdayanegarahabisdigunakanuntukkepentinganperang.Apakahperanginihanyamenimbulkanlukadantidakmembawamanfaatsamasekali ?Kalaukitaamatibanyakmanfaat yang didapatterutamauntukperkembanganilmupengetahuandanteknologi.

Persainganhidupdanmatisetiapnegara yang terlibatmengharuskanmemanfaatkansemuasumberdayauntukmemenangkanperang.Terbuktisudahbahwateknologimaju yang dapatmengakhiriperangdunia II yaitudengandibuatnyabom atom (nuklir) yang dijatuhkan di HiroshimadanNagasakiJepang.Dari siniterlihatbahwaperangdunia II membawadampakpositipterhadaprevolusipemikirandanpenemuanteknologi.

Dampakyangsangatterasayaitupadateknologipersenjataanuntukperang.Kalaupadaperangdunia I masihdigunakansenjata manual, tetapipadaperangdunia II sudahdigunakansenjataotomatisdansemiotomatis.Penggunaanpesawatterbangdankapalperangsebagaisenjataandalanjugamenunjukanbahwaperkembanganilmutentangpesawatdanperkapalansangatcepat.Ilmutentangroketpeluncurjugamengalamipertumbuhan yang sangatcepat pula.

Setelahperangselesaiperkembanganteknologiperangdapatdiaplikasikanuntukkepentingansipil demi kesejahteraanumatmanusia.Dibuatnyapesawatyangmampumengangkutpenumpangdalamjumlahbanyakdandapatmenempuhjarak yang jauhsertakapal-kapal modern yang dapatmengarungilautandengandayajelajahtinggidanmampumengangkutbeban yang berat,merupakansalahsatumanfaat yang dapatdiperolehsetelahperang. Alatangkutandaratdengankemampuanbesarjugadiproduksiuntukmengangkutbarangdanmanusia, sehinggatransportasibisadiselenggarakandenganaman, murahdannyaman.

Teknologiroket yang padaawalnyasebagaialatuntukmeluncurkanpelurukendalilintasnegaraataulintasbenuamerupakancikalbakalproyekluarangkasa.Proyekangkasaluardipercepatdengansudahditemukannyaroket, sehinggadapatmeluncurkanmodulruangangkasa (pesawatulangalikdansatelit) sampaimencapai orbit bumi.Lebihdariituteknologiroketjugamengilhamidibuatnyamesin jet, sehinggadapatdiciptakannyakendaraan yang mempunyaikecepatanmelebihikecepatansuara.

Ilmukedokteran yang digunakanuntukperangjugamengalamiperkembangansangatcepat.Penemuanobatdanprosedurmedis modern telahditerapkandalamperangdunia II, karenabanyaknyakorban yang berjatuhandikeduabelahpihak yang bertikai.Ilmutentangkejiwaanmanusiadigunakanuntukmembuatseorangprajurittidakmengenaltakutdanlelahdemibangsadannegara.Teknikrekayasagenetikadigunakanuntukmembuatseorangprajuritlebihhebatdankuat di medanperang.

Master piece perkembanganteknologipada PD II yaituditemukannyacarapembuatanbomatom. Teknologinuklirmengalamiperkembangan yang sangatcepat.Fusiyangterjadiantara uranium dan plutonium dalamsuatureaktorternyatamenimbulkanenergi yang sangatluarbiasa.Setelahperangberakhirteknologinuklirdimanfaatkansebagaisumberenergiuntukmemenuhikebutuhanmasyarakat, misalnyauntukmenggerakanturbinbagiPLTN,menggerakanmesinkapalterutamakapalselam, sertabahanbakaruntukpesawatruangangkasapenjelajahalamsemesta.

Walaupunrevolusi IPTEK banyakdiilhamiselamaterjadinyaperang, tetapipenulistetapmengutukterjadinyaperangdenganalasanapapunkarenamenimbulkankerugian yang sangatbesar.

 

PEMERINTAHAN INDO MASA ORBA

PELAKSANAAN PEMERINTAHAN YANG BERLAKU DARI MASA AWAL KEMERDEKAAN SAMPAI ORDE BARU

 

Secara formal, periode perkembangan ketatanegaraan Negara Indonesia dapat dirinci sebagai berikut ;

1.      Periode berlakunya UUD 1945 ( 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949 ),

2.      Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 ( 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 ),

3.      Periode berlakunya UUDS 1950 ( 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 ),

4.      Periode berlakunya kembali UUD 1945 ( 5 Juli 1959 – 21 Mei 1998 ). Pada periode ini pun terbagi menjadi beberapa periode ;

a.       Periode orde lama (5 Juli 1959 – 11 Maret 1966 ),

b.      Periode orde baru ( 11 Maret 1966 – 21 Mei 1998 ),

5.      Periode reformasi ( 21 Mei 1998 – sekarang ).

Penjelasan masing – masing periode ;

1. PERIODE UNDANG – UNDANG DASAR 1945

Bentuk Negara Republik Indonesia pada kurun waktu 18  Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 adalah Negara Kesatuan dengan system pemerintahan presidensiil.

Landasan yuridisnya antara lain ;

a.       Pembukaan UUD 1945 alinea 4, yang berbunyi ;

“ … melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia …”. Hal tersebut menunjukkan satu kesatuan bangsa Indonesia dan satu kesatuan wilayah Indonesia.

b.      Pasal 1 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi ;

Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk republik. Kata Kesatuan dalam pasal tersebut menunjukkan bentuk negara, sedangkan Republik menunjukkan bentuk pemerintahan.

 

Menurut UUD 1945, seperti telah disebutkan di atas bahwa kekuasaan – kekuasaan dalam negara dikelola oleh lima lembaga, yaitu ;

a.       Legislatif, yang dilakukan oleh DPR,

b.      Eksekutif, yang dijalankan oleh Presiden,

c.       Konsultatif, yang dijalankan oleh DPA,

d.      Eksaminatif (mengevaluasi ), kekuasaan inspektif ( mengontrol ),atau kekuasaan auditatif ( memeriksa ), yang dijalankan oleh BPK,

e.       Yudikatif, yang dijalankan oleh Mahkamah Agung.

 

Pembagian kekuasaan pada masa UUD 1945 kurun waktu 18  Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 belum berjalan sebagaimana mestinya, disebabkan belum terbentuknya lembaga – lembaga Negara seperti yang dikehendaki UUD 1945. Pada kurun waktu itu hanya ada presiden, wakil presiden,dan menteri – menteri, serta KNIP. Sejak tanggal 18  Agustus 1945 sampai 16 Oktober 1945 segala kekuasaan baik eksekutif, legislative dan yudikatif dijalankan oleh satu badan atau lembaga, yaitu presiden dibantu oleh KNIP. Kekuasaan presiden yang demikian luas itu berdasarkan pasal IV aturan peralihan UUD 1945. Setelah munculnya Maklumat Wakil Presiden nomor X tanggal 16 Oktober 1945 terjadi pembagian kekuasaan dalam 2 badan, yaitu kekuasaan legislative dijalankan oleh KNIP dan kekuasaan – kekuasaan lainnya masih tetap dipegang oleh presiden sampai tanggal 14 November 1945. Dengan keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945, kekuasaan eksekutif yang semula dijalankan oleh presiden beralih tangan perdana menteri sebagai konsekuensi dari dibentuknya sistem pemerintaha parlementer.

 

2. PERIODE KONSTITUSI RIS 1949

Bentuk Negara Republik Indonesia pada kurun waktu 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950  adalah federal dengan sistem pemerintahan parlementer. Kabinet bertanggung jawab kepada parlementer ( Dewan Perwakilan  Rakyat ),dan apabila pertanggungjawaban itu tidak diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat maka dapat menyebabkan bubarnya kabinet.

Berikut adalah lembaga negara ( alat – alat perlengkapan federal RIS );

a.       Presiden

b.      Menteri – menteri

c.       Senat

d.      Dewan Perwakilan Rakyat

e.       Mahkamah Agung Indonesia

f.       Dewan Pengawas Keuangan

Di antara badan – badan ( kekuasaan ) tersebut, terdapat hubungan yang bersifat kerja sama dan pengawasan. Pembagian kekuasaan yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut ;

1.      Kekuasaan pembentukan perundang- undangan ( legislative ) yang dijalankan oleh pemerintah bersama – sama dengan DPR dan senat.

2.      Kekuasaan melaksanakan perundang – undangan atau pemerintahan negara ( eksekutif ) yang dilakukan oleh pemerintah.

3.      Kekuasaan mengadili pelanggaran perundang – undangan ( yudikatif oleh Mahkamah Agung ).

Konstitusi RIS yang bersifat federal federalistik tidaksesuai dengan semangat proklamasi, Pancasila, dan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, muncul reaksi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga pemerintah federal mengeluarkan UU Darurat No. 11 / 1950, tentang tata cara perubahan susunan kenegaraan RIS. Keadaan itumendorong RIS berunding dengan Republik Indonesia untuk membentuk Negara Kesatuan. Tanggal 19 Mei 1950, disepakati membentuk kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan UUDS 1950.

3. PERIODE UUDS 1950

Bentuk negara yang dianut Negara Indonesia pada masa berlakunya UUDS 1950 adalah negara kesatuan. Ditegaskan dalam pasal 1 ayat 1 UUDS 1950 yang berbunyi, Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara hokum yang demokratis dan berbentuk kesatuan. Sistem pemerintahan yang dianut adalah system pemerintahan parlementer.

Masa belakunya UUDS 1950 diisi dengan jatuh bangunnya kabinet sehingga pemerintah tidak stabil. Disebabkan karena ;

a.       Adanya system pemerintahan parlementer yang disertai system multipartai ( banyak partai ).

b.      Perjuangan partai –partai politik hanya untuk kepentingan golongan atau partainya.

c.       Pelaksanaan system demokrasi yang tidak sehat.

Berdasarkan pasal 44 UUDS 1950, alat – alat perlengkapan negara periode ini adalah sebagai berikut ;

a.       Presiden dan wakil presiden,

b.      Menteri – menteri,

c.       Dewan Perwakilan Rakyat,

d.      Mahkamah Agung,

e.       Dewan Pengawas Keuangan.

Dalam UUDS 1950 pun menganut ajaran pembagian kekuasaan. Halini terbukti dengan ditentukannya badan – badan yang memegang ketiga kekuasaan tersebut.

a.       Kekuasaan pemerintah negara ( eksekutif power ) dilakukan oleh Dewan Menteri.

b.      Kekuasaan perundang – undangan ( legislative power ) dilakukan oleh pemerintah bersama- sama dengan DPR.

c.       Kekuasaan kehakiman ( yudikatif power ) dilakukan oleh Mahkamah Agung.

Perdebatan terus berlarut – larut tanpamenghasilkan suatu keputusan penting, sementara keadaan negara semakin gawat dan tidak terkendali yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Negara Indonesia. Keadaan itu mendorong Presiden Soekarno menggunakan wewenagnya,yakni dengan memgeluarkan Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, yang berisi :

a.       Pembubaran badan Konstituante.

b.      Memberlakukan kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950.

c.       Pembentukan MPR dan DPA sementara.

Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, berlakulah kembali UUD 1945 sebagai landasan konstitusional pemerintahan Republik Indonesia. Pada masa itu, demokrasi liberal yang dipraktikkan pada masa berlakunya UUDS 1950 tidak dipergunakan lagi dalam kehidupan politik negara. Sebagai gantinya dipergunakan system Demokrasi Terpimpin.

 

4. PERIODE BERLAKUNYA KEMBALI UUD 1945 ( 5 Juli 1959 – 21 Mei 1998 )

Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 dan mengingat lembaga – lembaga negara belum lengkap maka dilakukanlah beberapa langkah sebagai berikut ;

a.       Pembaruan susunan Dewan Perwakilan Rakyat melalui Penetapan Presiden no. 3 tahun 1960.

b.      Penyusunan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong ( DPR GR ) dengan Penetapan Presiden no. 4 tahun 1960. Dalam pasal ditentukan bahwa anggota – anggota Dewan Perwakilan Rakyat diberhentikan dengan hormat dari jabatannya terhitung mulai tanggal pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong oleh Presiden.

c.       Untuk melaksanakan Dekrit Presiden, Presiden mengeluarkan Penetapan Presiden no. 2 tahun 1959 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

d.      Penyusunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dengan Penetapan Presiden no. 12 tahun 1960.

e.       Dikeluarkan Penetapan Presiden no. 3 tahun 1959 tentang Dewan Pertimbangan Agung Sementara.

Banyak penyimpangan yang terjadi sejak diberlakukannya UUD 1945 berdasarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, antara lain ;

a.       Lembaga –lembaga negara seperti MPR,DPR,DPA belum dibentuk berdasarkan undang – undang. Lembaga – lembaga negara ini masih bersifat sementara.

b.      Pengangkatan Presiden Soekarno sebagai Presiden seumur hidup melalui TAP MPRS no. III/MPRS/1963. Ketetapan ini jelas melanggar ketentuan pasal 7 UUD 1945 yang tegas – tegas menyatakan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.

Puncak penyimpangan yang terjadi pada periode ini di bidang politik adalah dengan adanya peristiwa G30S/PKI yang menimbulkan kekacauan sosial. Peristiwa ini semakin terburuk dengan dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 ( Supersemar ) yang pada hakikatnya merupakan perintah dari Presiden kepada Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan dalammenjamin keamanan dan ketenteraman serta stabilitas jalannya pemerintahan. Demi terciptanya kepemimpinan nasional yang kuat dan terselenggaranya kestabilan politik, ekonomi dan hankam dikeluarkanlah TAP MPRS no. XLIV/MPRS/1968 tentang Pengangkatan Pengemban Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara no. IX/ MPRS/1966 sebagai Presiden Republik Indonesia, yang antara lain menyatakan ; “ Mengangkat Jenderal Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia hingga terpilihnya Presiden oleh MPR hasil pemilihan umum ”.